Bersandar Di atas Balai dari Emas

Bersandar Di atas Balai dari Emas
Diriwayatkan oleh Hisyam bin Hasan bahwa ibunya Abdullah-Dia adalah wanita yang terbaik di kota Basrah-berkata, ”Pada suatu malam, aku bermimpi . Seakan-akan aku masuk ke sebuah rumah yang sangat elok. Kemudian aku masuk ke sebuah taman yang indah, hingga sampai sekarang aku masih ingat keindahaannya. Ditaman tersebut aku melihat seorang laki-laki sedang bersandar di atas balai yang terbuat dari emas, dan disampingnya ada beberapa dayang yang mingipasinya serta siap melayaninya. Sungguh, aku sanagt kagum dengan apa yang aku lihat. Tiba-tiba, ada suara yang berkata, “Dia adalah Marwan al Mahlami. Duduklah kamu sejajar dengan dia di atas ranjangnya.” Aku terbangun dari tidurku. Tiba-tiba aku melihat di depan pintu rumahku Jenazah Marwan di usung ke pemakaman.”

Amir bin Wahib dalam tidurnya bermimpi. Ada seseorang yang berkata kepadanya. “Pergilah ke rumah ini, dan galilah disudut rumah itu, maka kamu akan menemukan harta bapakmu. “ Bapaknya telah memendam harta kekayaan di tempat itu. Sebelum berwasiyat, bapaknya lebih dulu meninggal dunia. Amir bangun dari tidurnya. Kemudian dia menggali tempat yang ditunjukkan oleh seseorang dalam mimpinya. Dia mendapatkan uang seribu dirham dan beberapa keping emas. Dengan harta tersebut, dia dapat melunasi hutang-hutangnya dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Hal ini terjadi sebelum dia masuk islam. Anak perempuannya yang paling kecil berkata, “Wahai ayah, Allah telah memberikanmu kebahagiaan kepada hidup kita dengan ajaran-Nya. Allah lebih baik dan lebih mulia daripada Hubal dan Uzza. Jikalau bukan karena karunia Allah maka Dia tidak akan memberikan warisan harta ini kepada Ayah. Dan kita akan tetap hidup serab kekurangan.”

Ali bin Abu Thalib al Qairawani al-Abid berkata.”Apa yang telah dialami Amir dengan mimpinya, sehingga dia menggali tanah dan mendapatkan harta kekayaan adalah sesuatu yang sangat mengagumkan. Namun juga tidak kalah mengagumkan atas apa yang telah terjadi pada zaman kita sekarang ini, dikota kita, yaitu tentang Muhammad bin Abdullah al-Baghanisyi. Dia adalah seorang laki-laki shaleh dan sangat terkenal, karena dapat meneropong orang-orang yang sudah mati, bertanya kepada mereka tentang hal-hal ghaib kemudian di sampaikan kepada keluarganya. Pada suatu hari, ada seorang laki-laki datang kepadanya dan mengadu bahwa orang tuanya sudah meninggal dunia, namun dia tidak berpesan dimana dia menyimpan harta kekayaannya. Di malam harinya. Muhammad bin Abdullah berdo’a kepada Allah. Kemudian dia berdialog dengan sang mayit dan ditunjukkan dimana dia menyimpan hartanya.

Peristiwa yang langka terjadi: Ada seorang nenek sholehah meninggal dunia. Dan ada seorang wanita pernah menitipkan uang sebanyak tujuh dirham kepadanya. Wanita itu datang kepada Muhammad bin Abdullah dan dia mengadukan permasalahnya. Dia menyebutkan nama nenek yang sudah meninggal tadi. Keesokan harinya, wanita itu datang lagi. Kemudian wanita itu melakukan apa yang dipesankan untuknya. Dan dia mendapatkan sebagaimana yang telah dikatakan kepadanya.

Ada seorang laki-laki yang bercerita kepadaku aku yakin laki-laki itu bukanlah pembohong—seperti ini: Ada seseorang perempuan menyuruhku untuk menghancurkan bangunan rumahnya. Otakku diselimuti seribu pertanyaan, mengapa perempuan itu menghancurkan rumahnya sendiri. Kuberanikan untuk bertanya kepadanya, “ mengapa kamu menghancurkan rumahmu sendiri?”
Dia menjawab, “Sungguh, aku terjepit oleh kebutuhan. Bapakku adalah orang kaya, namun dia lebih dulu meninggal sebelum memberitahukan dimana hartanya disimpan. Aku menghancurkan rumah ini dengan harapan agar dapat menemukan harta tersebut.”
Salah satu orang yang hadir di situ berkata, “Ada jalan yang lebih mudah untuk mendapatkannya dari pada cara yang kamu lakukan seperti ini”. “Bagaimana caranya?” sahutnya. “Pergilah kepada si fulan tahu bapakmu. Si Fulan pasti akan menunjukkan kepadamu dimana bapakmu menyimpan hartanya. Dan kamu tidak capek-capek seperti ini.

Perempuan itu pergi kerumah si Fulan. Kemudian dia kembali kepada kami. Aku kira, si fulan sudah mencatat nama perempuan itu dan nama bapaknya. Keesokan hari, aku pergi ke rumahnya untuk meneruskan pekerjaan. Perempuan itu baru datang dari rumah si fulan. Kemudian dia berkata kepadaku, “ Si fulan berkata kepadaku begini, ‘Aku telah berjumpa dengan bapakmu. Dan dia berkata bahwa hartanya disimpan di tikungan pojok rumah.”
Maka, kami segera menggali temapt tersebut, hingga kami mendapatkan bungkusan yang berisi uang. Kami mengambil bungkusan uang itu dengan penuh keheranan, sedangkan perempuan itu nampak kurang puas dengan apa yang telah kami dapatkan seraya berkata, “ Harta bapakku lebih banyak dari pada ini. Aku akan kembali kepada Si Fulan untuk menanyakan kembali di mana harta bapakku di simpan.”

Keesokan harinya, perempuan itu berkata kepada kami, “Si Fulan berkata seperti ini, ‘Bapakmu bilang: Galihlah tempat yang ada tandanya segi empat yang berada didalam gudang rumah.”
Kemudian kami membuka gudang rumah. Kami lihat ada tempat yang diberi tanda segi empat disut ruangan. Kemudian kami gali tempat tersebut dan kami temukan satu kotak besar. Lalu, kami mengangkatnya ke atas.

Namun, perempuan itu terus mengeluh. Dia kembali mengadu kepada si Fulan. Setelah tiba dari sana, dia berkata dengan wajah sedih, “Si fulan berkata bahwa dia bertemu dengan bapakku, dan bapakku berkata kepadanya, “Dia telah mengambil harta sesuai dengan kebutuhannya. Adapun harta yang tersisa dijaga ketat oleh jin Ifrit.”  Kisah yang senada dengan cerita ini banyak sekali.

Sedangkan kisah orang yang sembuh dari penyakitnya dengan meminum obat yang didapat dari mimpinya bertemu dengan seorang alim ulama adalah banyak sekali.
Banyak orang yang bercerita bahwa mereka bertemu dengan Ibnu Taimiyyah setelah beliau meninggal dunia. Mereka bertanya kepada Ibnu Taimiyyah tentang beberapa masalah agama yang sangat rumit. Dan Ibnu Taimiyyah menjawabnya dengan benar. Semua kisah seperti ini  tidak ada orang yang memungkirinya kecuali mereka yang buta terhadap masalah arwah, eksistensinya, dan hukum-hukumnya Semoga Allah memberikan petunjuk.  

Sumber : Takut hanya pada Allah oleh DR.MUSTAFA MURAD diterbitkan oleh Mirqat Publishing.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

analisis perekonomian kota gresik

Potensi Budidaya Ikan Lele di Kediri